Selasa, 19 Juni 2012

Pengolahan sampah menjadi energi listrik

Posted by chatra deorizky 22.21, under | No comments

Kalau banyak kepala daerah sedang bingung dengan bagaimana caranya mengeyahkan sampah di kotanya, Michiaki Shigehiro justru sedang pusing mencari timbunan sampah yang cukup banyak: “kalau bisa yang lebih dari 100 ton per hari!” begitu kira-kira dia berkata.

Untuk apa Shigehiro mencari tumpukan sampah seabrek-abrek? ternyata dia mau mengubahnya menjadi energi listrik. Shigehiro adalah general business manager  sebuah perusahaan yang mengubah sampah menjadi energi dengan menggunakan teknologi plasma arc, sebuah “sentakan” listrik yang mengionisasi gas dalam sebuah bilik (chamber) dan menghasilkan temperatur lebih dari 16.000°C, setara dengan 3 kali panasnya permukaan matahari. Sebuah teknologi seharga USD 59 juta, yang untuk menutupi investasi yang besar itu diperlukan timbunan sampah yang melimpah.

Secara teori pembuangan sampah akan menjadi bisnis yang menguntungkan dan ramah lingkungan dengan mengubah sampah yang digaskan (gassified waste) menjadi energi. Di atas kertas, Sampah Padat Perkotaan (SPP) mengandung sepertiga hingga setengah energi batubara pertonnya dan mampu untuk memasok energi dalam skala nasional. Pembangkit plasma Utashinai adalah satu-satunya fasilitas pendaur ulang SPP menjadi energi yang sudah beroperasi dan mampu untuk bertahan hidup sejak tahun 2002.


Plasma arc sendiri sebenarnya adalah sebuah teknologi lama, meskipun pemanfaatannya untuk pengolahan sampah dalam skala besar masih termasuk baru. Teknologi ini telah dikembangkan dan digunakan oleh NASA sejak tahun 60-an untuk mensimulasikan temperatur tinggi yang dialami pesawat ruang angkasa ketika memasuki atmosfer bumi. Semenjak perusahaan-perusahaan seperti Startech dan Westinghouse Plasma di Madison mengembangkan plasma arc pada tahun 90-an yang digunakan oleh Geoplasma untuk mengolah sampah, “obor” plasma (plasma torches) ini banyak digunakan untuk melumerkan sisa logam atau menghancurkan material yang berbahaya.

Pembangkit Utashinai di Jepang sudah mampu menghasilkan 3000 megawatt energi per tahun, yang semuanya digunakan untuk menjalankan pembangkit tersebut. Nah, sekarang mereka sedang bingung mencari sampah, karena suplai sampah di kota itu semakin berkurang. Namun demikian, selama ini ternyata baru 60% sampah (dari yang diharapkan oleh perusahaan) yang bisa diolah, selain itu energi listrik yang dihasilkan masih terbatas untuk digunakan oleh pembangkit itu saja, belum ada yang dijual. Fasilitas yang ada juga mengalami masalah operasional, dimana satu dari 2 fasilitas plasma arc yang ada sering tak beroperasi untuk perbaikan. Dan kalau kedua fasilitas yang ada itu berjalan semua, eh sampahnya yang tidak cukup.

Pada pembangkit Utashinai, energi yang mampu diubah menjadi listrik hanya 15% saja, karena turbin gas yang digunakan dalam pembangkit ini lebih murah harganya jika dibandingkan dengan apa yang tengah dirancang oleh Geoplasma. Geoplasma rencananya akan menggunakan turbin gas seharga USD 40 juta dengan efisiensi 40%.


sumber : lembagaenergihijau.blogspot.com

 

Rabu, 06 April 2011

Alat output & alat input

Posted by chatra deorizky 04.58, under | No comments


Alat output adalah perangkat keras komputer  yang berfungsi menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data.
Berikut contoh alat output:

       Monitor
Monitor adalah alat yang mampu mengambil sinyal elektrik dari video card dan mengubahnya dalam bentuk gambar dengan menggunakan titik-titik dari cahaya berwarna yang tampil dilayar. Selanjutnya, setelah case ditutup, monitor dapat dihubungkan dengan kabel ke komputer bagian belakang bmelalui konektor khusus yang sangat mudah dikenali. Kabel listrik untuk monitor dapat dipasang pada stopkontak terpisah.



Speaker 
Speaker adalah alat untuk mendengarkan suara dari sinyal elektrik yang dikirim oleh kartu suara. Tidak perlu membeli speaker yang wah, kecuali kita menggeluti bidang rekaman yang membutuhkan kualitas suara yang sangat bagus. Dua speaker dihubungkan dengan sebuah kabel yang dipasang di komputer bagian belakang setelah instalasinya selesai dilakukan.

Printer
Printer adalah sebuah alat yang bisa mencetak teks dan gambar pada kertas. Printer mempunyai dua sambungan. Pertama, dipasang di komputer bagian belakang dan berfungsi untuk menerima sinyal dari komputer. Sambungan ini terhubung pula ke motherboard.kedua kabel listrikyang dipasang pada stopkontak yang terpisah.


 

Alat input adalah alat-alat yang berfungsi memasukan data atau perintah kedalam komputer.
Berikut contoh alat input:

Keyboard
 
Papan ketik (bahasa Inggris: keyboard) adalah peranti untuk mengetik atau memasukkan huruf, angka, atau simbol tertentu ke perangkat lunak atau sistem operasi yang dijalankan oleh komputer.

Mouse
Tetikus atau yang lebih dikenal dengan nama mouse adalah alat yang digunakan untuk memasukkan data ke dalam komputer selain papan ketik. Tetikus berbentuk seperti seekor tikus sehingga dalam bahasa Inggris peranti ini disebut mouse.




Kompos Kojitakakura

Posted by chatra deorizky 03.48, under | No comments











Alat dan Bahan:
1.  Keranjang Laundry.
2.  2 meter kawat kasa nyamuk.
3.  1 kg gula pasir.
4.  2 karung tanah.
5.  2 karung serbuk gergaji/sekam padi.
6.  8 lembar kertas karton.
7. Sampah bekas makanan.
8. 4 bungkus arang dapur.




Cara Pembuatan:
1.  Lubangi bagian bawah keranjang laundry.
2.  Letakkan kawat kasa pada dasar keranjang laundry.
3.  Kemudian letakkan tanah secukupnya.
4.  Dan letakkan juga sampah bekas makanan.
5.  Tambahkan gula pasir ± 2-3 sendok makan.
6.  Tutuplah dengan serbuk gergaji.
7.  Percikkan air secukupnya.
8.  Tutup dengan arang.
9.  Tutuplah dengan kertas hingga rapat.